Lebih Baik Muhasabah, PRM Tangkahan: Tahun Baru Jangan Pakai Terompet dan Kembang Api - Harian Amanah Medan

Breaking

Kamis, 26 Desember 2019

Lebih Baik Muhasabah, PRM Tangkahan: Tahun Baru Jangan Pakai Terompet dan Kembang Api

Medan- Menyambut datangnya tahun baru Masehi 2020, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tangkahan mengajak umat Islam untuk senantiasa melakukan evaliasi diri (muhasabah) dan memperbaiki amal ibadah kepada Allah (hamblumminallah) dan muamalah hubungan antar sesama (hablumminannas)  tanpa Terompet, Mercon dan Kembang Api.

Hal ini penting disampaikan, mengingat Terompet, Mercon dan Kembang Api bukanlah merupakan budaya yang datang dari ajaran agama Islam, melainkan budaya asing yang sifatnya adalah hura-hura dan banyak mudharatnya. Selain merugikan bagi perekonomian rakyat, tidak jarang juga kita lihat, dampak dari mercon dan kembang api ini di tempat tertentu terjadi kebakaran bahkan tidak jarang anak-anak pun ikut menjadi korban.

Eka Putra Zakran, Ketua PRM Tangkahan menyatakan, sudah saatnya budaya hura-hura dan hedonisme ditinggalkan dan mari berubah kearah peradaban penuh makna dan kebagiaan.

"Silahkan sambut datangnya tahun baru dengan kegiatan-kegaitan positif, seperti Tabligh Akabar, Mabid, Salat Malam, dan Silaturahim keluarga perlu juga diintensifkan, karena kata rasul manfaat silaturahim itu dapat memanjangkan umur dan melapangkan rezeki," ujarnya.

Belajar dari tahun-tahun sebelumnya, lanjut Eka, jelang pergantian tahun baru seting terjadi bencana, baik banjir, longsor atau pun gempa. Karena sifat manusia kan mudah lupa, lupa akan kekuasaan Tuhan Allah subhana watalaa. Makanya kadang diberi teguran atau petingatan ya lewat musibah bencana dan lain.

"Sebab itulah makanya penting, muhasabah itu dilakukan, mungkin disana sini banyak salah dan khilaf makanya mari kita manfaatkan pergantian tahun baru ini sebagai momentum perubahan," imbuh Eka Putra yang juga ketua Pemuda Muhammadiyah Medan itu.

Ayo Bangkitkan Ekonomi Ummat, Langganan Beras Muslim Medan klik di sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar