Santri Sabilul Hafidzin Dapat Bantuan Beras ACT Sumut - Harian Amanah Medan

Breaking

Sabtu, 21 Desember 2019

Santri Sabilul Hafidzin Dapat Bantuan Beras ACT Sumut

Medan, ( 21/12)-  Santri memiliki peran penting sebagai penerus Ulama. Untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan keutuhan NKRI. Namun, tidak sedikit Santri terus belajar dalam penuh keterbatasan ekonomi, termasuk keterbatasan pangan.

Untuk itu lah, Aksi Cepat Tanggap Sumatera Utara mendistribusikan Beras untuk Santri Indonesia (BERISI) merupakan salah satu program terbaik ACT yang baru saja dilaunching beberapa bulan sebelumnya. Program yang bertujuan untuk membantu para santri bebas dari kelaparan.

ACT-MRI Sumut memberi bantuan kepada pesantren Sabilul Hafidzin, Hamparan Perak Deli Serdang, sebanyak 250 kg Beras pada Jum'at, 20 Desember 2019. Perjalanan menuju lokasi pesantren membutuhkan waktu setidaknya 1,5 jam dari kantor ACT Sumut di Jalan Abdullah Lubis No. 52/71 Medan Baru.

Sesampai di pesantren kami disambut dengan senyum oleh para santri dan ustaz. Para santri pun membantu proses loading beras dari mobil yang mengangkut beras untuk santri tersebut.

Salah seorang pengajar di Sabilul Hafizin Ust. Arsyad menceritakan, Pesantren Sabilul Hafidzin awal didirikan pada tahun 2006 berlokasi di Johor, Medan Johor. Kemudian tahun 2015 menetap di Desa Lama, Hamparan Perak, Deli Serdang. Awal mulanya pondok pesantren ini hanya sebuah madrasah kecil untuk mengajarkan hafalan Qur’an yang hanya memiliki Santri berjumlah belasan orang.

Namun karena animo masyarakat yang cukup besar dan peminat Hafiz Quran cukup banyak, maka Alhamdulillah sekarang ini mencapai 58 orang santri dan santriwati. Dan sistem pengajarannya dibuat terpisah. Antara santri dan santriwati jarang ketemu, karena asramanya juga terpisah.

Kondisi bangunan pesantren masih belum permanen, ada bangunan yang belum terselesaikan, karena dana tidak cukup untuk membangun. Saat ini Sabilul Hafizin menempatkan Santri dan Santriwatinya di rumah yang di Wakaf pakaikan oleh salah seorang penduduk di Desa Lama Hamparan Perak ini. Sejauh ini santri juga menggunakan Masjid di desa untuk proses belajar.

Ust. Arsyad mengucapan terima kasih kepada ACT yang telah membantu meringankan beban kami, dana yang seharusnya untuk membeli beras bisa digunakan untuk kebutuhan yang lain. Dan tidak lupa, sebelum pulang tim ACT Sumut mendapat sapaan hangat dari para Santri.”Terimakasih ACT!” (ilham)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar