Aksi Bela Muslim India, Ketika 'Kaum Ekstrimis' Melewati Little India di Medan - Harian Amanah Medan

Breaking

Jumat, 13 Maret 2020

Aksi Bela Muslim India, Ketika 'Kaum Ekstrimis' Melewati Little India di Medan

Medan- Ratusan umat Islam menggelar Aksi bela Muslim India di depan Masjid Agung Jalan Diponegoro Medan, Jumat (13/3/2020). Aksi bela islam India tersebut kemudian dilanjutkan ke Konsulat Jenderal (Konjen) India di Medan, Jalan Uskup Agung A Sugiopranoto 19, Medan, Sumatera Utara.

Dalam perjalanan menuju ke Konjen India, massa melewati Kawasan Little India Kota Medan termasuk Kuil Shri Mariamman. Akan tetapi, massa melewati Kuil tersebut dengan tertib tanpa mengganggu ikon perkampungan India tersebut, sementara Masjid-masjid di India sempat dirusak pada aksi kerusuhan beberapa waktu lalu.



Dalam aksinya ratusan umat Islam Medan menuntut agar Pemerintah Indonesia bersikap tegas dengan segera mengusir dubes india yang ada di indonesia.

Ustadz Aidan Panggabean dalam orasinya menegaskan aksi ini sebagai bentuk kecaman dan mengutuk keras pembunuhan massal kaum Muslimin yang terjadi di India oleh para teroris Hindu radikal yang disponsori oleh aparat dan pemerintah setempat.

Mereka menuntut pemerintah Indonesia harus segera mengusir dubes India yang ada di Inonesia karena sudah mendukung pembunuhan massal terhadap umat muslim yang ada di India.

"Kebiadaban mereka sudah tidak dapat ditolerir lagi, namun sangat aneh Indonesia yang berpenduduk muslim terbanyak di dunia ini hanya diam saja," ujarnya.

Aidan menegaskan agar dengan segera kepada pemerintah India untuk menegakkan keadilan bagi umat Islam India dan mencabut Undang-Undang Kewarganegaraan yang bersifat diskriminatif terhadap umat Islam India. Karena, itu dinilai sebagai pemicu utama terjadinya tindak kekerasan.

Aksi Solidaritas untuk Muslim India sebelumnya telah digelar di Medan, Senin (2/3), akan tetapi berbagai elemen umat Islam melakukan aksi serupa hari Jumat (13/3/2020) karena respon India khususnya Dubes India yang justru mengatakan bahwa pihak yang menginisiasi demo sebagai kelompok ekstrimis.

Selain itu, pada kesempatan lain, salah seorang Ulama Kota Medan berdarah India, Ustadz Abdul Latif Khan menegaskan bahwa tidak ada tempat di Republik ini bagi mereka yang tidak menghargai kemanusiaan dan agama.

"Tidak dapat disebut ummat beragama, mereka yang menghancurkan rumah ibadah dan membunuh ummat beragama. Sudah sepantasnya Dubes india di usir dari Indonesia," tegas Ustadz Latif.

Hal itu karena bukan saja menolak memberikan komentar terkait kekerasan di India, jelas Abdul Latif Khan, tapi malah memperluas masalah dengan menuduh para demonstran yang menuntut keadilan (PA 212) sebagai kelompok ekstremis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar