Lahirkan Pemuda Negarawan, KAMMI Tapteng Gelar DM1 - Harian Amanah Medan

Breaking

Rabu, 04 Maret 2020

Lahirkan Pemuda Negarawan, KAMMI Tapteng Gelar DM1

Tapteng- Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kabupaten Tapanuli Tengah kembali menggelar Youth Leadership Training atau biasa disebut Dauroh Marhalah 1 (DM 1) yang merupakan salah satu pelatihan kepemimpian tingkat 1 yang ditujukan kepada seluruh mahasiswa sekabupaten tapanuli tengah dan Kota Sibolga.

Pelatihan yang mengusung tema ‘ Optimalisasi Peran Pemuda Sebagai Director   Of Change dalam mewujudkan Masyarakat Madani' menariknya di gelar secara Gratis dan rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 20 sampai 22  Maret mendatang.

“Dengan diadakannya DM1 ini diharapkan akan lahir pemuda pemudi Islam yang tangguh dan berjiwa negarawan, dan tentunya untuk mewujudkan Indonesia yang madani. Selain itu, melalui DM1 ini dapat menjadikan para peserta memahami tentang fungsinya sebagai generasi penerus bangsa dan mampu menjadi agen perubahan, membawa kebaikan, menyebar manfaat, dan mencegah kemungkaran”, kata Dedi selaku ketua panitia acara.

Dedi menambahan untuk mahasiswa yang mau mendaftar disilahkan mengirimkan format berikut ini, Nama lengkap_Fakultas/Jurusan_NoHP kirim ke 0822 7516 5036. Informasi lebih lanjut hubungi 0822 7516 5036.

Wais Alkahrony selaku Ketua umum PK KAMMI Mahligai menambahkan bahwa dengan diadakannya DM1 diharapkan mahasiswa tidak hanya peduli pada diri sendiri tetapi juga pada orang lain dan lingkungan.

Junaidi Syaputra selaku ketua umum KAMMI DAERAH Tapanuli Tengah, mengatakan bahwa rentetan agenda DM1 itu merupakan gerbang untuk menjadi pemimpin negarawan yang memiliki jiwa kepemimpinan yang tangguh yang kelak akan menjadi kader KAMMI dan menjadi generasi penerus bangsa Indonesia nantinya.

“Tujuan diadakannya DM1 ini juga untuk menghasilkan mahasiswa yang mempunyai jiwa kepemimpinan yang tinggi, bermoral, berakhlak islami dan peka terhadap permasalahan sosial,” ungkap junaidi.

Junaidi  juga berharap agar seluruh panitia supaya bekerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan bekerja ikhlas”

“Jadikan lelah menjadi Lillah, Insyaallah nikmat dakwah akan menjadi bahagiamu. Ciptakan sejarahmu maka sejarah akan mengenangmu, teruslah bergerak, bahkan lelah menghampiri. Jangan lagi-lagi berguguran bak dedaunan yang berjatuhan di tanah, karena dakwah adalah cinta dan cinta membutuhkan semua darimu. Jadilah muslim negarawan di penjuru Indonesia,” ungkap Junaidi Syaputra.

KAMMI sendiri sebagai organisasi kemahasiswaan yang muda, diakui menjadi sebagai organisasi mahasiswa ekstra kampus yang memiliki tempat sangat terhormat pada peristiwa Reformasi 1998. Ketika baru berdiri di kampus Universitas Muhammadiyah Malang 29 Maret 1998, sebagai dampak dari bentuk keprihatinan yang mendalam terkait krisis nasional. Maka sekelompok mahasiswa saat itu mendeklarasikan Kelompok Aksi bernama KAMMI yang diketuai oleh Fahri Hamzah dan Sekjendnya Haryo Setyoko.

Junaidi menambahkan, " meski masih muda, KAMMI sudah mampu melahirkan banyak alumni dari berbagai sektor. Mulai dari dunia politik baik eksekutif dan legislatif. Dalam dunia yudikatif, entrepreneur, praktisi pendidikan, dan lain sebagainya. KAMMI memiliki empat filosofi dalam gerakannya, yaitu Dakwah Tauhid, Intelektual Profetik, Sosial Independent dan Politik Ekstraparlementer," tegasnya.

Mahasiswa, ayo gabung KAMMI. Kita berproses bersama, merajut ukhuwah, fastabiqul khoirot. Aksi Kuat, Ibadah taat, prestasi hebat. Jayakan Indonesia 2045," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar