Memblokir Jalan Ketika Ada Pesta Perkawinan - Harian Amanah Medan

Breaking

Rabu, 11 Maret 2020

Memblokir Jalan Ketika Ada Pesta Perkawinan

Mungkin ada diantara kita yang menyaksikan Jalan umum yang ditutup gara-gara ada yang bikin pesta pernikahan?

Yang mana para pengendara terpaksa memutar jalan padahal jaraknya lebih jauh. Pengguna jalan terpaksa memakai jalan lain, padahal jalan itu sempit atau kurang nyaman.

Memblokir atau menutup jalan termasuk kedzholiman bahkan dosa besar. Sehingga Pahala jihad membela agama Allah pun bisa hilang karena menzalimi orang.
Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,

ﻣَﻦْ ﺿَﻴَّﻖَ ﻣَﻨْﺰِﻟًﺎ ﺃَﻭْ ﻗَﻄَﻊَ ﻃَﺮِﻳﻘًﺎ ﻓَﻠَﺎ ﺟِﻬَﺎﺩَ ﻟَﻪُ

“Barangsiapa yang menyempitkan sebuah rumah atau MEMUTUS SEBUAH JALAN maka tidak ada jihad baginya.” [HR. Ahmad dan Abu Daud, Shahih Abi Daud: 2364]

Al-‘Allamah Ali Al-Qori rahimahullah berkata, “Memutus jalan adalah dengan
menyempitkannya sehingga menyulitkan pengguna jalan.” [Al-Mirqoh, 6/2522]

Al-‘Allamah Al-‘Azhim Al-Abadi rahimahullah berkata,

ﻭَﻗَﻄَﻌُﻮﺍ ﺍﻟﻄَّﺮِﻳﻖَ ﺃَﻱْ ﺑِﺘَﻀْﻴِﻴﻘِﻬَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻤَﺎﺭَّﺓِ ‏( ﻓَﻠَﺎ ﺟِﻬَﺎﺩَ ﻟَﻪُ ‏) ﻓِﻴﻪِ ﺃَﻧَّﻪُ ﻟَﺎ ﻳَﺠُﻮﺯُ ﻟِﺄَﺣَﺪٍ ﺗَﻀْﻴِﻴﻖُ ﺍﻟﻄَّﺮِﻳﻖِ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﻳَﻤُﺮُّ ﺑِﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﻭَﻧَﻔَﻰ ﺟِﻬَﺎﺩَ ﻣَﻦْ ﻓَﻌَﻞَ ﺫَﻟِﻚَ ﻋَﻠَﻰ ﻃَﺮِﻳﻖِ ﺍﻟْﻤُﺒَﺎﻟَﻐَﺔِ ﻓِﻲ ﺍﻟﺰَّﺟْﺮِ ﻭَﺍﻟﺘَّﻨْﻔِﻴﺮِ ﻭَﻛَﺬَﻟِﻚَ ﻟَﺎ ﻳَﺠُﻮﺯُ ﺗَﻀْﻴِﻴﻖُ ﺍﻟْﻤَﻨَﺎﺯِﻝِ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﻳَﻨْﺰِﻝُ ﻓِﻴﻬَﺎ

“Memutus jalan artinya menyempitkannya
 sehingga menyulitkan pengguna jalan, maka tidak ada jihad bagi pelakunya. Dalam hadits ini terdapat pelajaran bahwa tidak boleh menyempitkan jalan yang dilalui manusia. Dan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam meniadakan jihadnya orang yang melakukan itu dengan bersungguh-sungguh dalam mengecam dan memperingatkan. Demikian pula tidak boleh menyempitkan rumah-rumah yang dilalui seorang mujahid .” [‘Aunul Ma’bud, 7/210]

Wallahu ta'la a'lam.

Sumber: Salaf Ittiba

Tidak ada komentar:

Posting Komentar