Sering Nyebut Covid-19, Tau Gak Klen Artinya? - Harian Amanah Medan

Breaking

Senin, 30 Maret 2020

Sering Nyebut Covid-19, Tau Gak Klen Artinya?

Virus Corona tadinya berstatus wabah berganti menjadi Pandemic. Selama  perubahan status ke tingkat yang lebih tinggi, virus ini memiliki ragam penyebutan yang berubah-ubah.

Mulai dari Flu Wuhan, Virus Pneumonia Pasar Seafood Wuhan, 2019-nCoV, Virus Novel Corona, Novel Coronavirus Pneumonia atau NCP, Corona Virus hingga yang saat ini adalah Covid-19.

Di balik pergantian nama untuk virus yang sedang merajalela di seluruh penjuru dunia. WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia memiliki kisah menarik serta alasan yang kongkrit dalam memberikan nama.

Dilansir dari kompas.com, WHO mengumumkan nama resmi virus menjadi ‘Covid-19’ pada 11 Februari 2020.
Peresmian terjadi setelah melalui dua Minggu perdebatan. Mengapa? Sebab ada beberapa faktor yang menjadi perundingan Organisasi Kesehatan Dunia dalam menamainya.

Pertama, berdasarkan panduan yang terbit pada 2015, WHO tidak ingin menamakan virus ini dengan berkaitan dengan nama hewan maupun suatu negara, sebab akan menimbulkan stigma yang tidak diingingkan.

WHO belajar dari masa lalu, menolak lupa bawaha terdapat suatu penyakit yang dinamakan sesuai daerah yaitu Ebola dan Zika. Ebola merupakan nama sungai di Republik Demokrasi Kongo sedangkan Zika nama dari hutan yang berada di Uganda.

Kini, dua nama daerah itu sudah terlanjut melekat di dalam ingatan publik sebagai nama penyakit mematikan.
Kedua, WHO juga tidak ingin menggunakan embel-embel nama orang menjadi nama penyakit. Misalnya Bell Palsy atau penyakit Alzheimer.

Ketiga, WHO menghindari penyebutan nama sebuah wabah atau penyakit dengan mengaitkan nama hewan. Misalnya seperti virus flu burung ataupun flu babi. Sebab, telah terjadi pembuahan babi di suatu negara karena nama virusnya menggunakan nama hewan.

Menilik faktor-faktor tersebut, setelah perundingan yang cukup lama untuk sebuah nama atau penyebutan penyakit. Akhirnya WHO menggunakan sebutan Covid-19 sebagai nama resminya. Lantas mengapa sebutan itu yang menjadi hasil rundingan?

WHO menyebutkan arti dari hasil perundingan yaitu ‘Co’ singkatan dari Corona, ‘Vi’ singkatan dari Virus sedangkan ‘D: inisial dari Disease yang berarti penyakit. Selanjutnya, dibelakang ditambahkan angka 19 sebagai tanda bahwa penyebaran terjadi di tahun 2019.

Selain itu, Corona sendiri berarti Mahkota. Diduga bentuk dari virus ini seperti mahkota yang berwarna merah.

Semoga bisa menjadi pengetahuan untuk kamu ya. Jaga kesehatan, stay at home dan tetap semangat belajar secara online. Jadilah creator of change di dalam situasi apapun.

Penulis : Venny Eriska
Sumber: Millenial Kreatif Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar