Tausiyah Terbaru! MUI Sumut: PDP dan Positif Corona Haram Sholat di Masjid! - Harian Amanah Medan

Breaking

Kamis, 26 Maret 2020

Tausiyah Terbaru! MUI Sumut: PDP dan Positif Corona Haram Sholat di Masjid!

Medan- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut mengeluarkan tausiyah dalam rangka penyelenggaraan ibadah dalam situasi siaga darurat covid-19 di Sumut. Salah satunya adalah mengharamkan pasien dalam pengawasan (PDP) dan pasien positif Corona menunaikan shalat di masjid.

Tausiyah tersebuh  dikeluarkan MUI Sumut dan sudah tersebar di media sosial, Kamis (26/3), ditandatangani Ketua Umum MUI Sumut Prof Dr H Abdullah Syah, MA dan Sekretaris Umum Dr H Ardiyandyah, Lc, MA.

Berikut, taushiyah MUI Sumut, pertama, masyarakat dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 dan terpapar COVID-19 wajib diisolasi dan diharamkan berada ditempat umum, termasuk masjid agar tidak terjadi penularan kepada orang lain.

Kedua, masyarakat dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) COVID-19 diharuskan untuk melaksanakan ibadah dirumah sebagai upaya bentuk pencegahan (sadd az-zari’ah).

Ketiga, masyarakat yang berada dikawasan potensi penularan COVID-19 tinggi, maka dibolehkan untuk tidak melaksanakan shalat Jumat dan shalat berjamaah di masjid.

Keempat, masyarakat yang berada dalam kawasan potensi penularannya rendah berdasarkan ketetapan pihak yang berwenang dan tidak khawatir akan tertular COVID-19 serta mampu menjaga diri, tetap wajib melaksanakan shalat Jumat dan dianjurkan berjamaah di masjid dengan ketentuan sebagai berikut: pengurus masjid tetap mengumandangkan azan shalat fadu 5 (lima) waktu dan tetap menyelenggarakan shalat Jumat dan shalat berjamaah, lalu pengurus masjid diharuskan menyiapkan fasilitas kebersihan, khususnya sabun cuci tangan, kemudian pengurus masjid diharuskan menggulung karpet dan menjaga kebersihan lantai masjid dengan mengepel lantai masjid sebelum penyelenggaraan shalat berjamaah. Bagi jamaah yang akan shalat jamaah di masjid, dianjurkan membawa sajadah sendiri sebagai langkah pencegahan (sadd az-zari’ah) dan setelah selesai shalat berjamaah, diharuskan untuk segera pulang.

Kelima, masjid yang berada dikawasan penyebaran COVID-19 tidak terkendali, atau masjid yang jamaahnya positif terpapar COVID-19, sementara waktu masjid tersebut ditutup. Pelaksanaan shalat Jumat dan shalat berjamaah ditiadakan, namun tetap mengumandangkan azan.

Demikian taushiyah MUI Sumut dalam menyikapi status Provinsi Sumatera Utara sampai saat ini (26 Maret 2020 Pukul 12.00 WIB) adalah Siaga Darurat COVID-19 tahun 2020.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar