Tegas! Ini Pernyataan Sikap Umat Islam Sumut Terkait Pembantaian Muslim India - Harian Amanah Medan

Breaking

Rabu, 04 Maret 2020

Tegas! Ini Pernyataan Sikap Umat Islam Sumut Terkait Pembantaian Muslim India

Medan- Pembantaian secara keji dan biadab yang dipertontonkan India dengan Bharatiya Janati Party (BJP) yang berkuasa saat ini, telah menorehkan sejarah buruk bagi peradaban manusia.

Vandalisme Komunal dengan melibatkan institusi kekuasaan yang seharusnya melindungi warganya menunjukkan bahwa Perdana Menteri Narendra Modi tidak memiliki kapasitas sebagai pemimpin di India.

Hal itulah yang menjadi dasar berbagai ormas dan masyarakat Islam yang dikomandoi GNPF Ulama Sumut, DPD FPI Sumut, Yayasan India Muslim Medan, DPW LMI Sumit, KAUMI dan berbagai ormas komunitas Islam lain menggelar Aksi Bela Muslim India, Senin (2/3/2020).

"Alih-alih ingin menjadikan India sebagai negara pelindung bagi umat minoritas beragama di kawasan, malah menimbulkan kegaduhan yang berkepanjangan di dalam negerinya," ujar Komando Aksi, Ustadz Razali Taat dalam pernyataan sikap resminya.

Razali melanjutkan bahwa pihaknya mengetahui bahwa dalam pergaulan Internasional tidak dibenarkan masing-masing negara mengintervensi satu sama lain, dan perundang-undangan yang berlaku di India bukanlah menjadi tanggung jawab dan urusannya.

"Tapi ketika intimdasi dan pembantain menimpa saudara-saudara muslim kami di India maka kami siap untuk berjihad mengumpulkan seluruh kekuatan kami untuk bangkit melawan dan menuntut balas qishash atas darah mereka," tegas Razali.

Setidaknya di India telah lebih dari 30 muslim syahid dalam mempertahankan aqidahnya, tidak kurang 5 masjid dibakar dan dihancurkan bahkan dilecehkan dengan mengibarkan bendera Hanoman di atasnya. 

"Indonesia negara dengan penduduk muslim terbesar mempunyai peran yang strategis dalam menyikapi tragedi ini bahkan punya cukup potensi untuk menyelesaikannya  dengan keinginan dan kesadaran kuat dari pemerintah," lanjut Ketua Umum DPP KAUMI itu.

Oleh karena itu, Ormas-ormas Islam dan kaum muslimin Sumut mengecam dan mengutuk pembunuhan massal kaum muslimin yang terjadi di India oleh para teroris Hindu Radikal yang disponsori oleh aparat dan pemerintah setempat.

"Kita juga meminta pemerintah RI untuk segera melayangkan Nota Protes keras dan mengusir duta besar India beserta seluruh konsulatnya dari Indonesia sampai  kerusuhan berhenti dan keselamatan muslim di India terjamin," jelasnya.

Ormas-ormas Islam Sumut juga menuntut pemerintah India untuk segera menghentikan pembantaian kaum muslimin dan segera memberi jaminan keselamatan dari para teroris  Hindu Radikal.

Masyarakat Muslim Sumut juga menghimbau pemimpin-pemimpin Islam dunia menunjukkan keprihatinannya dan berbuat sungguh-sungguh dalam upaya penghentian pembantaian kaum muslimin di India.

"Kami menyerukan  Organisasi Konferensi Islam OKI) menggunakan pengaruhnya untuk menelan India dalam pergaulan Internasional," ujar Razali menyampaikan poin-poin pernyataan sikap.

Selain itu, kaum muslimin meminta pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia untul bersuara dan mengusulkan kepada pemerintah  India untuk menghentikan tragedi kemanusiaan ini.

"Kita juga menyerukan kaum mudlimin untuk bersiap sedia berjihad dengan kemampuan yang dimiliki dalam membantu saudara seiman dan seaqidah kita," pungkas Razali.

Aksi Bela Muslim India di Medan digelar Senin (2/3/2020). Bergerak dari Masjid Jami' Kebun Bunga Jalan Taruna, massa menuju DPRD Sumut terlebih dahulu sebelum menuju  Konjen India.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar