Adakan Tausiyah Online, Kopi: Ramadhan Bulan Kesehatan Mental - Harian Amanah Medan

Breaking

Senin, 27 April 2020

Adakan Tausiyah Online, Kopi: Ramadhan Bulan Kesehatan Mental

Rantauprapat- Kolaborasi Pemuda Indonesia (KOPI) Kabupaten Labuhanbatu melaksanakan Tausyiah online, live on ini langsung dari akun resmi FB kopi Labuhanbatu dan IG @kopi_labuhanbatu,  Senin (27/4/20202) dengan tema “Puasa dan Kesehatan Mental’.

Maniso, ST Ketua Umum KOPI Labuhanbatu menyatakan bahwa kegiatan Tausyiah seperti ini akan terus dilaksanakan khususnya selama Ramadhan.

"Menurut jadwal program Kopi sendiri 1 minggu secara rutin kita laksanakan 3 kali secara bergantian dengan menghadirkan pentausyiah yang berbeda pula. Kali ini kita menghadirkan Ustadz Junaidi, S.Psi, M.Soc.Sc yang juga founder HSBK NADIQU Rantauprapat," ujar Maniso.

Al Ustadz Junaidi, S.Psi, M.Soc.Sc dalam tausyiahnya menyampaikan bahwa
Kesehatan mental adalah terhindarnaya seseorang dari ciri dan sifat  gangguan amental itu sendiri seperti Stress yang berlebihan depresi, marah yang berlebihan sehingga seseorang mampu beradapaatasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan.

"Menurut Psikologi Islam yang dimaksud dengan sehat mental adalah kemampuan seseorang dalam mengontrol dan me-manage dirinya dalam menghadapi konflik yang terjadi dalam diri antara jiwa jiwa yang ada dalam diri," jelas Junaidi.
                                                                  Setidaknya ada tiga jiwa, lanjut Junaidi, pertama Jiwa Ruhiyyah dengan sifatnya yang tenang sehingga sering disebut juga dengan An-Nafsul muthmainnah. Jiwa ini mempunyai potensi kebaikan yang bersumber dari Allah.

"Kedua, Jiwa Jasadiah yang bersifat buruk sehingga sering disebut dengan Annafsul Amaroh, jiwa ini punya potensi keburukan. Antara nafsul muthmainnah dan nafsul amaroh tidak akan bisa menyatu karena mempunyai sifat dan nature yang berbeda, namun keberadaanya saling membutuhkan agar keduanya dapat eksis, untuk itu muncul jiwa yang ketiga," lanjut Junaidi menjelaskan.

Apa yang menjadi penyebab orang tidak sehat mentalnya, dalam Islam disebutkan bahwa itu bersumber dari dosa, ketika orang banyak dosa maka ia akan penuh dengan masalah.

"Ketika masalah terus menerus puncaknya akan terjadi kebuntuan dan ketidak seimbangan yang akhirnya menimbulkan masalah kesehatan mental. Maka kemudian Allah membrikan solusi sebagai jalan keluarnya dengan Taubat. Taubat ini erat kaitannya dengan Ramadahan dan puasa, karena bulan Ramadhan adalah bulan maghfiroh, bulan penuh berkah dan bulan penuh keampunan," ujar Junaidi.

Oleh karena itu, Ramadhan bisa juga disebut dengan bulan kesehatan mental karena salah satu fungsi puasa adalah uantuk menyeimbangkan kebutuhan jiwa a
yang ada dalam diri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar