Puskesmas Tanjung Rejo Diduga Telantarkan Calon Pasien yang Berujung Meninggal Dunia - Harian Amanah Medan

Breaking

Jumat, 10 April 2020

Puskesmas Tanjung Rejo Diduga Telantarkan Calon Pasien yang Berujung Meninggal Dunia

Percut Sei Tuan- Puskesmas Tanjung Rejo Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang diduga melakukan penelantaran atau penolakan  sehingga berujung pada meninggal dunianya calon pasien tersebut pada Kamis (9/4/2020).

Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Lembaga Sulthan Institute, Sulthan Khalifatullah Ibnu Ihyar, dalam pers rilis resminya kepada wartawan. Keterangan itu diterima langsung oleh keluarga korban atau calon pasien kepada LSI.

"Atas laporan tersebut, pihak LSI malam itu juga melakukan investigasi dan klarifikasi kepada keluarga korban tentang kejadian penolakan pasien oleh Puskesmas Tanjung Rejo Kecamatan Percut Sei Tuan  Kabupaten Deli Serdang yang berakibat korban meninggal dunia," ujarnya.

Kamis sekitar puku 11:30, keluarga bersama korban pergi ke Puskesmas Tanjung Rejo Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang, dengan mengenderai sebuah mobil minibus. Maksud dari keluarga korban tersebut adalah hendak mengantarkan berobat orang tua mereka berinisial S yang berusia 65 tahun ke Puskesmas dengan kondisi yang harus segera diberikan pertolongan atau penanganan medis yang segera.

"Sesampainya di Puskesmas Tanjung Rejo, salah seorang dari pihak keluarga, langsung menjumpai petugas di Puskesmas dengan menyampaikan bahwa orang tua mereka butuh segera diobati atau ditangani secara medis. Tetapi yang terjadi adalah petugas Puskesmas Tanjung Rejo menolak tidak bersedia menangani secara medis, bahkan tidak mau mengambil data korban, dengan menyampaikan alasan penolakan, bahwa peralatan tidak lengkap dan menyatakan “silahkan cari rumah sakit lain”. Padahal calon pasien atau koban belum diperiksa.

Pihak keluarga begitu geram dan emosi kepada pihak Puskesmas dan menyampaikan akan menuntut apabila terjadi hal yang merugikan atau membuat orang tua mereka tidak tertolong.

Tepat sore hari, korban yang sudah merasa sakitnya memuncak sudah tidak dapat tertolong lagi dalam hal ini korban telah meninggal dunia.

"Lembaga Sultan Institute, LSM PRAKARSA, GARIS, STATE dan Aliansi Masyarakat Peduli Kesehatan, berdasarkan hasil laporan dan investigasi yang diperoleh dari pihak keluarga korban, menyimpulkan telah terjadi penelantaran calon pasien yang berdampak pada meninggalnya orang tua berinisial S  umur 65 warga Kecamata Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Sedang," ujarnya.

Sulthan menilai tindakan tersebut telah betentangan dengan pasal 43, 53 ayat 3; pasal 58 UU No. 36 tahun 2009, pasal 32d, 32e, 32j, 32n, 32q UU No. 44 tahun 2009 dan UU No. 43 tahun 2019.

"Lembaga Sultan Institute, LSM Prakarsa, GARIS, STATE dan Aliansi Masyarakat Peduli Kesehatan sebagai kuasa keluarga korban mendesak agar Bupati memberhentikan secara tidak hormat Kepala Puskesamas  yang tidak bertanggungjawab atas tindakan petugas Puskesamas dan institusi yang dipimpinnya," tegas Sulthan.

LSI juga mendesak Bupati Kabupaten Deli Serdang dan SKPD/ Dinas terkait agar segera melakukan investigasi secara objektif tanpa memihak atas kinerja Puskesmas Tanjung Rejo Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang dan melakukan tindakan tegas kepada pihak-pihak yang tidak professional dalam melayani masyarakat sehingga bisa merugikan masyarakat dan berdampak pada ketidakpercayaan masyarakat kepada Bapak Bupati dan jajarannya. 

"Kami akan mendamping pihak keluarga untuk menuntut ganti rugi kepada Pihak Puskesmas melalui jalur hukum," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar