Sayidah Aisyah dan Pegasus - Harian Amanah Medan

Breaking

Jumat, 10 April 2020

Sayidah Aisyah dan Pegasus



Pernah suatu ketika saat Rasulullah SAW pulang dari perang Tabuk atau Hunain, dan ketika menemui Sayidah Aisyah, beliau melihat ke sebuah rak yang di dalamnya terdapat mainan. Rak itu tertutup oleh tirai, namun ketika angin berhembus, tirainya tersingkap, dan Rasulullah pun melihat ke dalam isinya. Beliau lalu bertanya:

“Apa ini, wahai Aisyah?” sembari mengisyaratkan ke dalam isi rak tersebut.

Sayidah Aisyah menjawab: “Mainan bonekaku”

Rasulullah pun mendapati di antara mainan tersebut ada kuda bersayap yang terbuat dari kain, maka beliau kembali bertanya: “Lalu yang aku lihat di tengah-tengah boneka ini apa?”

“Kuda” jawab Sayidah Aisyah singkat.

“Lantas, apa yang ada di atas kuda ini?” lanjut Rasulullah.

“Itu sepasang sayap” tutur Sayidah Aisyah.

Rasulullah pun menyergah, “Kuda punya dua sayap?”

Sayidah Aisyah kembali menjawab, “Tidakkah baginda mendengar bahwa Nabi Sulaiman memiliki kuda yang bersayap banyak?”

Mendengar jawaban Sayidah Aisyah itu, Rasulullah pun tertawa hingga terlihat gigi geraham beliau.

***

Hadits riwayat Abu Daud ini meskipun singkat, banyak makna penting yang dapat dipetik darinya, di antaranya:

- Pertama: para ulama menyimpulkan bahwa hukum boneka itu adalah mubah, hadits ini telah mengecualikan hadits lainnya yang lebih umum tentang keharaman patung atau jisim yang berfisik. Dengan adanya hadits ini, dipahami bahwa mainan anak-anak itu seklipun jisim makhluk hidup yang berfisik, ia diperbolehkan; baik secara kepemilikan, atau untuk dijualbelikan.

- Kedua: seandainya hadits ini —atau hadits lainnya berkaitan tentang hukum boneka— tidak diriwayatkan oleh Sayidah Aisyah, mungkin ulama kita dalam menggali hukum terkait patung benda bernyawa, kesimpulan mereka akan terhenti pada hadits umum yang mengharamkan segala jenis patung 3D, baik itu besar atau kecil, baik itu untuk mainan atau bukan. Maka dari sini tampak jelas sebuah hikmah besar mengapa Rasulullah SAW menikahi Sayidah Aisyah yang masih belia, di sini tampak jelas “kontribusi” Sayidah Aisyah untuk umat Islam, di antaranya adalah untuk meriwayatkan hadits-hadits yang berkaitan dengan hal yang spesifik bagi anak-anak, yaitu hadits yang membicarakan tentang mainan.

Ini juga menunjukkan bahwa Syariat Islam itu tidak hanya untuk orang tua dan dewasa, tapi juga untuk anak-anak dan remaja, dan bahwa Agama ini tidak melulu membicarakan tentang ibadah dan keyakinan, tapi juga tentang kreasi dan hiburan.

- Ketiga: dari percakapan di atas tampak jelas bahwa Sayidah Aisyah memiliki banyak mainan, bukan hanya satu, namun yang ditanyakan oleh Nabi adalah mainan kuda bersayap dua itu, karena mainan lainnya adalah boneka-boneka perempuan yang umum dimainkan oleh anak perempuan. Sedangkan mainan kuda? Ini adalah mainan anak laki-laki.

Syekh Abdul Muhsin Al-Badr saat mengomentari hadits ini menegaskan, bahwa umumnya, anak laki-laki itu membuat mainan mereka (dari kain) berbentuk kuda atau unta, sedangkan anak perempuan itu membuat mainan mereka berbentuk boneka perempuan.

Dari sini saya menarik sebuah benang merah: bahwa ketika Sayidah Aisyah salah satu mainannya itu adalah kuda, itu menunjukkan bahwa perkara tersebut adalah wajar, karena tidak aneh jika —misalkan— anak perempuan itu main mobil-mobilan apalagi jika mobilnya hanya satu, yang aneh itu adalah kalau anak laki-laki main boneka-bonekaan, apalagi kalau bonekanya banyak.

- Keempat: Sayidah Aisyah menyampaikan bahwa dulu Nabi Sulaiman memiliki kuda yang bersayap banyak, lalu Rasulullah tertawa mendengar hal itu. Dan “Tertawa”-nya Rasulullah itu bukanlah sembarang tertawa seperti kita, akan tetapi jika Rasulullah tertawa, tersenyum atau hanya sekedar diam saja ketika melihat perbuatan dan perkataan seseorang, itu sudah menjadi Sunnah Taqririyah dan legitimasi hukum akan kebenaran hal tersebut, karena Rasulullah tidak pernah diam atas sesuatu yang batil atau salah, sekalipun dalam keadaan bercanda atau bermain.

- Kelima: Kuda Bersayap itu nyata, Pegasus itu bukan hanya ada dalam mitos Yunani, dan Kuda terbang itu benar adanya, atau setidaknya dia pernah ada di dunia ini, karena Nabi Sulaiman pernah memilikinya. Adapun jika sekarang tidak ada, bisa jadi karena sudah punah, atau bisa jadi Kuda Terbang itu jumlahnya sangat terbatas dan Allah hanya menciptakan beberapa ekor saja untuk Nabi Sulaiman guna mengangkat derajatnya sebagai Raja manusia, jin dan binatang.

Selain itu, Kuda Bersayap juga merupakan binatang surga, dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa Abdurrahman bin Sa’idah berkata: Aku sangat mencintai kuda, lalu aku bertanya kepada Rasulullah: “Wahai Rasulullah, apakah di surga ada kuda?” beliau pun menjawab: “Wahai Abdurrahman, jika Allah memasukkanmu ke dalam surga, di dalamnya kamu akan memiliki kuda dari yaqut, ia memiliki dua sayap, dan ia akan membawamu terbang ke mana saja”

- Keenam: Sayidah Aisyah meskipun usianya yang belia, dan meskipun dalam kondisi bermain, namun ia bermain berlandaskan Sunnah, karena informasi tentang Kuda Terbang Nabi Sulaiman itu tidak mungkin didapatkan kecuali dari wahyu, karena itu adalah perkara gaib. Sayidah Aisyah bisa jadi mendapatkan informasi ini dari sahabat lain, atau dari Abu Bakar ayahnya, atau bisa jadi langsung dari Rasulullah sendiri dalam kesempatan yang lain. Ini juga menunjukkan pentingnya bagi anak-anak untuk mengetahui kisah para Nabi, sekaligus mengisyaratkan bahwa “bermain”-nya Sayidah Aisyah itu sarat ilmu, bukan kaleng-kaleng. “Bermain”-nya saja berbobot, apalagi seriusnya. Ketika belia saja sudah cerdas, apalagi saat sudah dewasa.

Wallahu A’lam Bishshawab…

***

Redaksi Hadits selengkapnya:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى اللَّه عليه وسلم- مِنْ غَزْوَةِ تَبُوكَ أَوْ حُنَيْنٍ، وَفِي سَهْوَتِهَا سِتْرٌ، فَهَبَّتْ رِيحٌ، فَكَشَفَتْ نَاحِيةَ السِّتْرِ عَنْ بَنَاتٍ لِعَائِشَةَ لُعَبٍ، فَقَالَ: "مَا هَذَا يَا عَائِشَةُ؟ " قَالَتْ: بَنَاتِي، وَرَأَى بَيْنَهُنَّ فَرَسًا لَهُ جَنَاحَانِ مِنْ رِقَاعٍ، فَقَالَ: "مَا هَذَا الَّذِي أَرَى وَسْطَهُنَّ؟ " قَالَتْ: فَرَسٌ قَالَ: "وَمَا الَّذِي عَلَيْهِ؟ " قَالَتْ: جَنَاحَانِ قَالَ: "فَرَسٌ لَهُ جَنَاحَانِ؟ " قَالَتْ: أَمَا سَمِعْتَ أَنَّ لِسُلَيْمَانَ خَيْلًا لَهَا أَجْنِحَةٌ؟ قَالَتْ: فَضَحِكَ حَتَّى رَأَيْتُ نَوَاجِذَهُ. رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ.

Hadits tentang Kuda Terbang di Surga:

عن عبد الرحمن بن ساعدة قال: كنت أحب الخيل، فقلت: يا رسول اللَّه، هل في الجنة خيل؟ فقال: "إن أدخلك اللَّه الجنة يا عبد الرحمن كان لك فيها فرس من ياقوت له جناحان يطير بك حيث شئت"

Sumber: Facebook Yusuf Al-Amien

Tidak ada komentar:

Posting Komentar