Bahas Buku di Ramadhan, JIB Medan: Banyak Perjuangan Umat Yang Terlupakan! - Harian Amanah Medan

Breaking

Jumat, 08 Mei 2020

Bahas Buku di Ramadhan, JIB Medan: Banyak Perjuangan Umat Yang Terlupakan!

Medan- Jong Islamiten Bond (JIB) Kota Medan bersama Harian Amanah Medan dan Kolaborasi Pemuda Indonesia (Kopi) membahas buku Perjuangan yang Dilupakan Karya Rizki Lesus, Jumat (8/5/2020).

Founder Jong Islamiten Bond, Rifi Naufal Aslam yang menjadi pembicara dalam kegiatan Ramadhan Bersama Buku ini menyampaikan pentingnya umat Islam untuk mempelajari sejarah yang sering ter/dilupakan.

"Sepanjang belajar sejarah di Sekolah dimulai dari kelas 5 SD hingga SMA kita disuguhi pelajaran-pelajaran yang sesuai dengan kurikulum, tetapi banyak sebenarnya perjuangan yang ter atau dilupakan," ujar Rifi saat membuka pembahasan karya Founder Jejak Islam Bangsa itu.


Perjuangan Umat Islam di Indonesia yang sering dilupakan salah satunya ialah perjuangan para Founding Fathers negara ini. Bagaimana pada awal kemerdekaan para founding fathers terbagi menjadi dua bagian, yakni kebangsaan dan Islam. Sayangnya di dalam internal Islam terbagi lagi menjadi dua yakni Islam beneran dan sekuler. Sehingga upaya menjadikan Indonesia berdasarkan Islam kandas.

"Pidato Ki Bagus Hadikusumo dalam sidang BPUPKI mengundang decak kagum. Konsep Islam yang disampaikannya bahkan membuat Tokoh Kristen Maramis setuju 200 persen jika diterapkan di Indonesia," jelas Rifi.

Selain perjuangan Founding Fathers yang berujung hilangnya 7 kata dalam Piagam Jakarta, perjuangan yang harus senantiasa diingat umat Islam adalah perjuangan para Ulama dan Santri demi meraih kemerdekaan secara De Jure dan De Facto.

"Mana mungkin rakyat berjuang saat negaranya aja belum ada. Semangat para santri karena berkat adanya fatwa Jihad dari Ulama. Dalam benak mereka adalah berjihad untuk kemerdekaan," ujar Ketua KAMMI Polimedia ini.


Selain perjuangan Ulama dan santri, Indonesia juga wajib berterimakasih atas kado istimewa dari negara-negara Arab dengan mengakui kemerdekaan Indonesia termasuk dari Mufti Palestina serta pengusaha asal Palestina.


"Padahal mereka tidak kenal dengan Indonesia. Tetapi karena kita negeri yang penduduknya muslim para pengusaha Palestina dan negeri Arab bahkan menyumbangkan harta untuk negeri yang baru merdeka ini," jelasnya.

Sementara itu, peserta diskusi lain, Ustadz Muhammad Yusuf mengutarakan bahwa ada PR besar untuk umat Islam saat ini. "Khususnya terkait bagaimana sebenarnya Islam dalam hal kenegaraan," ujar alumni Madinah tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar