Ulama Sumut: Tidak Semua Orang Batak Suka Minum Tuak - Harian Amanah Medan

Breaking

Jumat, 01 Mei 2020

Ulama Sumut: Tidak Semua Orang Batak Suka Minum Tuak

Medan- Ketua Umum Gerakan Islam Pengawal NKRI, Dr Masri Sitanggang mengingatkan oknum-oknum yang membawa  suku Batak demi membela keberadaan warung Lapo Tuak yang meresahkan masyarakat Batangkuis.

"Saya juga suku Batak dan tidak suka tuak. Tidak semua suku Batak suka dengan tuak," tegasnya kepada wartawan, Jumat (1/5/2020).

Masri mengingatkan bahwa budaya suku Batak bahwa menghormati budaya setempat. "Batangkuis itu mayoritasnya Muslim, apalagi ini bulan puasa, juga sedang pandemi corona," ujar Ketua Komisi MUI Kota Medan.

Apalagi, Masri mengingatkan bahwa arahan pemerintah bahwa warung yang dibolehkan buka saat pandemi adalah warung yang menjual kebutuhan pokok. Selebihnya, warung makan kalaupun boleh buka harus take away. Jadi, pemilik lapo tuak harusnya 'legowo' tutup apalagi di bulan Ramadhan.

Masri mengapresiasi FPI yang sudah membantu masyarakat, apalagi sudah melewati langkah-langkah yang baik dengan menghubungi pemerintah setempat.

Senada dengan Masri, Ulama Sumatera Utara, Prof Hasan Bakti Nasution di status Facebooknya juga mengutarakan Lapo Tuak yang dari dahulu sudah menjadi masalah.

"Penelitian tentang kerukunan antar umat beragama di Sumut tahun 1990 oleh LPKUB Su yang ketuanya saat itu Prof Dr M Ridwan Lubis menyimpulkan bahwa salah satu faktor ketidak rukunan itu ialah adanya lapo tuak, karena di sini biasanya diiringi gitar sambil menyanyi sambil mabuk," ujarnya.

Bayangkan bagaimana kacaunya dan bagaimana masyarakat sekitar terganggu.
"Ketika dilarang mereka tak peduli, lalu muncullah istilah, 'Gerobak Pasir', Gerombolan Batak Payah diusir," tulisnya.

Oleh karena itu, Prof Hasan Bakti Nasution juga menegaskan bahwa tidak setuju mengaitkan (tuak) dengan etnis tertentu, seolah etnis ini pemabuk semua. Lebih lagi tidak setuju jika dikaitkan dengan agama tertentu seperti Kristen.

"Hampir semua marga etnis ini sudah ada yang Muslim, seperti Simanjuntak sebagai tokoh Islam ternama bereputasi nasional," ujar pengurus MUI Sumut ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar