Belajar dari Wanita Quraisy - Harian Amanah Medan

Breaking

Senin, 01 Juni 2020

Belajar dari Wanita Quraisy

Indahnya belajar parenting dari Rasulullah.
Beliau memberikan kepada kita panduan hingga potret di lapangan. Kali ini beliau ingin agar kita belajar dari para wanita Quraisy. Sebelumnya perlu dijelaskan bahwa ketika Nabi menyebut kelebihan Quraisy di atas suku lain bukan merupakan tindakan rasis atau fanatisme kesukuan. Tetapi ini bicara tentang fakta kehebatan dan kelebihan sebuah suku. Karena Allah menciptakan kita bersuku-suku dan setiap suku mempunyai kelebihan. Itulah mengapa Nabi terakhir berasal dari suku terbaik; Quraisy.


Kelebihan suku Quraisy tidak hanya pada kaum laki-lakinya. Tetapi juga pada kaum wanitanya. Islam lah yang kembali mengungkap kelebihan kaum wanitanya setelah mereka dahulu dinomor duakan di masyarakat.


Berikut ini kelebihan wanita Quraisy seperti yang diungkapkan Rasul untuk menjadi pelajaran bagi setiap keluarga muslim, khususnya kaum wanita,


خَيْرُ نِسَاءٍ رَكِبْنَ الإِبِلَ صَالِحُ نِسَاءِ قُرَيْشٍ، أَحْنَاهُ عَلَى وَلَدٍ فِي صِغَرِهِ، وَأَرْعَاهُ عَلَى زَوْجٍ فِي ذَاتِ يَدِهِ


“Sebaik-baik wanita yang mengendarai unta adalah wanita shalih dari Quraisy; paling sayang pada anak di usia kecilnya dan paling menjaga suami pada yang dimilikinya.” (Muttafaq alaih)


Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan,

“Sabda beliau tentang wanita yang mengendari unta, merupakan isyarat tentang Arab. Karena mereka adalah orang-orang yang banyak mengendarai unta. Dan sebagaimana yang diketahui bahwa Arab lebih baik dari yang lainnya secara mutlak dan umum. Maka, bisa diambil pelajaran darinya keutamaan wanita Quraisy secara mutlak di atas seluruh wanita.”



Abul Abbas Al Qurthubi berkata,

“Yang dimaksud dengan sholih adalah baik agamanya, baik interaksinya dengan suami dan yang lainnya, sebagaimana ditunjukkan dalam kata: Paling sayang dan paling menjaga.” (Thorhut Tatsrib fi Syarhit Taqrib, Zainuddin Al Iraqi)


Kini kita dengarkan penjelasan tentang kata: Paling sayang pada anak di usia kecilnya,

“Yaitu sayang kepada anak-anak, lembut, baik dalam mendidik mereka, memberikan hak-hak mereka kalau mereka yatim dan sebagainya.” (An Nawawi dalam al Minhaj)


Adapun makna paling menjaga yang dimiliki suami,

“Memperhatikan suami mereka, menjaga harta. Hal itu dikarenakan kemuliaan jiwa para istri, sedikitnya kesalahan pada suami mereka, sucinya mereka dari tipu daya kepada suami dan mendebat mereka.” (Ibnu Baththal)


Begitulah penjelasan para ulama kita tentang petunjuk Nabi di atas. Beliau sangat ingin para muslimah ini belajar dari kelebihan para wanita Quraisy. Jika kita simpulkan, kelebihan para wanita Quraisy adalah:

1.Wanita yang baik agamanya

2.Wanita yang sangat lembut dan menyayangi anak-anaknya

3.Wanita yang mendidik anak-anaknya dengan baik

4.Wanita yang memberikan penuh perhatiannya kepada suami

5.Wanita yang menjaga harta suami

6.Wanita yang tidak banyak berbuat kesalahan pada hak suami

7.Wanita yang tidak membantah suami


Bacalah berulang-ulang ke-7 poin tersebut. Dan renungilah, kemuliaan puncak seorang wanita terletak pada kebaikan dan kehebatannya dalam hal anak dan suami.


Bukan yang lainnya!

(By Ustadz Budi Ashari, Parenting Nabawiyah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar