Pembagian Akhlak Terpuji - Harian Amanah Medan

Breaking

Kamis, 11 Juni 2020

Pembagian Akhlak Terpuji

Imam Ibnu Al-Qayyim mengemukakan,

“Seorang ulama menerangkan, bahwa akhlak terpuji ada dua macam.

Pertama, akhlak terpuji bersama Allah , yaitu kamu meyakini segala sesuatu yang berasal darimu pasti penuh kekurangan; dan segala sesuatu yang bersumber dari Allah  wajib disyukuri. Kau akan selalu bersyukur kepada-Nya, memohon ampun kepada-Nya, dan berjalan mendekati-Nya sambil melihat anugerah Allah dan menyaksikan aib diri dan kekurangan amalmu.

Kedua, akhlak terpuji bersama manusia, yang dapat dirumuskan dalam dua hal: melakukan kebaikan baik ucapan maupun perbuatan, dan menahan keburukan dalam bentuk ucapan maupun perbuatan.

Sikap di atas berdiri di atas lima pilar: ilmu, baik hati, sabar, respon positif, dan berislam yang benar.

Berbekal ilmu orang mengetahui akhlak mulia dan akhlak rendah, sehingga ia bisa bersifat dan berhias diri dengan sifat positif, serta meninggalkan dan mengosongkan diri dari sifat negatif.

Baik hati membuat seseorang menoleransi dirinya, mengorbankan dirinya, dan mematuhi dirinya untuk semua itu, jika ia menghendakinya.

Tanpa kesabaran seseorang tidak akan tahan menanggung semua beban dan menghadapi berbagai kesulitan. Tanpa semua itu, ia tidak akan siap berperilaku positif. Respon positif, maksudnya Allah  menciptakan seseorang dengan tabiat yang penurut, mudah mengikuti, dan tanggap menjawab seruan kebaikan.

Terakhir, berislam yang benar. Sifat ini menghimpun seluruh karakter positif dan melegalkan seluruh akhlak terbaik.

Sebenarnya sesuai kadar iman seseorang, membenarkan balasan Allah, dan keyakinannya terhadap janji dan pahala Allah, maka semakin mudah ia menanggung segalanya dan menikmati sifat-sifat positif. (Imam Ibn al Qayyim, Tahdzhib as Sunan Syarh Sunan Abi Dawud (13/130)
__________
Dikutip oleh Abdul Latif Khan dari Buku Ensiklopedi Akhlak Rasulullah 1 Karya Syekh Mahmud al Mishri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar