Hari Raya Idul Adha dan Tasyrik Perbanyak Zikir! - Harian Amanah Medan

Breaking

Jumat, 31 Juli 2020

Hari Raya Idul Adha dan Tasyrik Perbanyak Zikir!

HARI RAYA Idul Adha dan hari-hari tasyriq adalah hari-hari yang sangat mulia di dalam Islam. Ia adalah syiar (mercusuar) Islam yang dirayakan dengan ibadah haji dan penyembelihan hewan kurban (udh-hiyyah). Ia adalah waktu kaum muslimin mengungkapkan kegembiraan dan rasa syukur mereka kepada Allah Ta’ala.

Sesungguhnya pada hari-hari “biasa” umat Islam telah mendapat perintah untuk memperbanyak dzikir, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا (41) وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا (42)

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (sebutlah nama Allah) dengan dzikir yang banyak dan sucikanlah Allah di waktu pagi dan petang!” (QS. Al-Ahzab [33]: 41-42).

Adapun di hari raya Idul Adha dan tiga hari tasyriq, perintah untuk memperbanyak dzikir tersebut lebih kuat lagi berdasar ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits yang secara khusus umat Islam menganjurkan hal itu.

Allah Ta’ala berfirman:

(لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الأَنْعَامِ)

“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak.” (QS. Al-Hajj [22]: 28).

Hari-hari yang telah ditentukan menurut penafsiran Ibnu Abbas, Asy-Syafi’i dan mayoritas ulama adalah hari raya penyembelihan (Idul Adha) dan tiga hari setelahnya.

Allah Ta’ala juga berfirman:

(وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكاً لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ)

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (hewan kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka.” (QS. Al-Hajj [22]: 34).

Perintah memperbanyak dzikir dalam kedua ayat tersebut dikuatkan oleh hadits shahih:

عَنْ نُبَيْشَةَ الْهُذَلِيِّ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلَّهِ»

Dari Nubaisyah al-Hudzali radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Hari-hari tasyriq adalah waktu untuk makan, minum dan mengingat Allah (berdzikir).” (HR. Muslim no. 1141 dan Ahmad no. 20722).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ طُعْمٍ، وَذِكْرِ اللهِ “

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Hari-hari tasyriq adalah waktu untuk makan dan mengingat Allah (berdzikir).” (HR. Ahmad no. 7134, Abu Ya’la no. 6023, dan Ibnu Hibban no. 3602)

Berikut ini dzikir-dzikir utama yang layak untuk diamalkan oleh kaum muslimin selama empat hari penyembelihan hewan kurban.

Selengkapnya :
https://m.hidayatullah.com/kajian/tazkiyatun-nafs/read/2013/10/15/6831/dzikir-dzikir-pilihan-di-hari-raya-idul-adha-tasyriq.html#.XyJcCkNiajc.twitter

Tidak ada komentar:

Posting Komentar