Pembakaran Poster HRS, DPP KAUMI: Umat Islam Siaga Jihad! - Harian Amanah Medan

Breaking

Rabu, 29 Juli 2020

Pembakaran Poster HRS, DPP KAUMI: Umat Islam Siaga Jihad!

Medan- Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Kesatuan Aksi Umat Islam (KAUMI) Ustadz Razali Taat mengecam dengan keras perilaku sekelompok massa di depan komplek Parlemen yang mencoba membakar poster Habib Rizieq Shihab.

"Kita menjadi saksi bagaimana perilaku mereka di dunia terhadap ulama kita, zurriyatnya Rasulullah Saw," ujarnya pada wartawan, Rabu (29/7/2020) di Medan.

Ia mengajak para pecinta HRS untuk tetap bersabar dan bersiap siaga dalam berjihad dengan tetap menunggu komando ulama.

"Dalam Islam ada istilah hidup mulia atau mati syahid," ujarnya dengan tegas.

Sebelumnya, FPI, GNPF ULAMA dan PA 212 dalam rilis resminya menyatakan akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan aksi tersebut ke pihak kepolisian.

Mereka mengecam aksi pelecehan terhadap imam besar FPI Habib Rizieq Shihab yang dilakukan sekelompok massa di depan Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.

“Mengecam dan mengutuk keras pelaku penghinaan dan pelecehan terhadap IB HRS di depan gedung DPR / MPR RI,” ujar Ketua Umum FPI, KH. M Shobri Lubis di Jakarta, Selasa (28/7/2020).

Shobri Lubis menyebut kelompok massa yang melakukan penghinaan terhadap HRS adalah kelompok Neo PKI. Dia bersyukur poster yang bergambarkan Imam Besar Habib Rizieq Shihab itu tidak dapat terbakar dengan sempurna.

“Bersyukur kepada Allah SWT dengan mengucapkan Alhamdulillah atas tidak
terbakarnya poster dengan foto IB HRS saat berupaya dibakar oleh gerombolan Neo PKI pada saat Aksi, ini menunjukan kebesaran Allah SWT dan Karomah IB HRS,” tuturnya.

Dalam hal ini, Shobri Lubis menegaskan bahwa FPI, GNPF Ulama dan PA 212 akan menempuh jalur Hukum dengan melaporkan peristiwa tersebut kepada kepolisian.

Dia mendesak agar penegak Hukum segera memproses pelaku penghinaan dan pelecehan terhadap IB HRS dalam waktu yang secepat-cepatnya.

”Kami umat Islam untuk mengedepankan proses upaya-upaya hukum baik
hukum Negara, Agama ataupun Hukum Adat kepada pelaku-pelaku penghinaan dan pelecehan Ulama atau Habaib terutama IB HRS,” kata dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar