Aktivis 2019 Ganti Presiden Sumut Tak Akan Dukung Prabowo 2024 - Harian Amanah Medan

Breaking

Selasa, 11 Agustus 2020

Aktivis 2019 Ganti Presiden Sumut Tak Akan Dukung Prabowo 2024

Medan- Sekretaris Umum Gerakan Islam Pengawal NKRI, Irman Arief mengingatkan bahwa umat Islam dahulu mendukung Prabowo pada Pilpres 2019 adalah sebab ikut komando ulama semata. Melihat fenomena saat ini bahwa Prabowo sudah bersama Jokowi, Irman mengaku kecewa berat.

"Dulu  kita mendukung Prabowo Sandi karena ikut Ijtima ulama.  Pada waktu Prabowo Sandi deklarasi Capres dan Cawapres kita belum menentukan sikap hingga keluar Ijtima ulama kedua," ujar Irman, Rabu (12/8/2020).

Aktivis yang dulu aktif di Gerakan 2019 Ganti Presiden Sumatera Utara itu kemudian melanjutkan, melihat fenomena saat ini Prabowo sudah 'sekolam' dengan Jokowi. 

"InsyaaAllah kita tidak akan mendukung Prabowo. Kita kecewa berat," tegasnya.

Tahun 2024, Irman berharap muncul pemimpin wajah baru yang berpihak pada kepentingan Nasional bukan kepentingan asing dan kekuasaan semata.

"Harapannya muncul wajah baru yang benar benar berpihak untuk rakyat Indonesia bukan memihak rakyat dan pihak asing," katanya.

Sebelumnya, dirilis jpnn.com, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin memperkirakan Prabowo Subianto akan maju sebagai capres di Pilpres 2024.

Terlebih lagi, Prabowo mendapatkan dukungan dari kader partainya setelah Kongres Luar Biasa (KLB) Gerindra.

"Prabowo sudah dipastikan akan maju lagi, 99,9 persen akan maju lagi. Oleh karena itu, langkah pertama menjadi Ketum Gerindra lagi dan kedua, massanya atau kader Gerindra, memintanya maju jadi capres lagi," kata Ujang dalam pesan singkatnya kepada jpnn, Senin (10/8).

Menurut Ujang Prabowo tidak bakal menjadi "king maker" di dalam Pilpres 2024 dengan mendukung tokoh lain.

Pilpres 2024 harus dimaksimalkan Prabowo karena menjadi kesempatan terbaik bagi dirinya untuk menjadi presiden.

"Prabowo tak akan jadi king maker di 2024. Di Pilpres 2024 adalah the last battle bagi Prabowo," ucap dia.

Menurut dia, tidak ada kata malu dalam politik, meski Prabowo sudah tiga kali maju berkontestasi di Pilpres. Toh, aturan hukum tidak melarang seseorang maju sebagai capres dalam empat kesempatan.

"Tak ada kata malu dalam politik. Makanya akan maju lagi. Pertama, tak ada aturan yang melarang. Kedua, penasaran belum pernah menang, Ketiga, di Pilpres 2024 tak ada incumbent," beber dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar