Banyaknya Dokter Wafat, Ini Permintaan Prof Ridha Dharmajaya - Harian Amanah Medan

Breaking

Jumat, 14 Agustus 2020

Banyaknya Dokter Wafat, Ini Permintaan Prof Ridha Dharmajaya

Medan- Ketua Departemen Bedah Saraf, Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, Prof Dr dr Ridha Dharmajaya SpBS(K) meminta masyarakat untuk bangkit dan serius dalam melawan Covid-19. Ia menekankan bahwa cara penanganannya yang harus diubah. Pertahanannya harus dimajukan. Bukan di pengobatan tapi di pencegahan.  Sehingga kalau pencegahannya jalan, angka penderita akan turun.


"Nah, untuk pencegahan ini perlu kerjasama semua pihak. Mari kita semua aktif. Melalui grup WhatssApp, kalau ada info negatif, bantulah untuk diijawab, jangan diam dan biarkan itu seperti suatu kebenaran. Karena hoaxnya luar biasa," ujarnya pada wartawan, Sabtu (15/7/2020)


Kepala SMF Bedah Saraf, RSUP H Adam Malik, Medan itu terkait jumlah dokter yang wafat yang semakin bertambah, ia meminta jangan sampai berhenti pada rasa turut berduka saja, meskipun hal tersebut perlu untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.


"Saya mau lebih detail, arti dari kehilangan seorang dokter penyakit dalam. Seorang dokter penyakit dalam, bila ia berpraktik pagi, kemudian sore, lalu di sela waktu itu ia melihat pasien rawatan. Maka dalam sehari ia bisa melayani kurang lebih 100 pasien. Bila ia bekerja senin sampai jum'at, sepekan akan 500 pasien, sebulan akan ada 2000 pasien," jelas Ridha.


Dari 2000 pasien ini ada ratusan yang rutin berobat untuk kontrol obat gulanya, .ada ratusan yang rutin cuci darah akibat sakit ginjalnya,  ada ratusan yang rutin kontrol obat hipertensinya, ada yang rutin kontrol obat untuk sakit gondok, ada ratusan yang kontrol obat levernya dan sebagainya.


"Bila satu dokter meninggal dalam tugasnya, dokter yang lain -terutama dengan spesialis yang sama- akan merasakan tekanan. Maka dokter lain akan mengurangi load pasiennya. Yang tadinya 100 hari, mungkin dibatasi hanya 50, bahkan bisa 30. Nah, bagaimana 2000 pasien almarhum dokter tadi, yang kontrol gula, yang cuci darah, yang kontrol hipertensi, yang kontrol  obat gondoknya, yang kontrol obat levernya. Inilah yang dikhawatirkan jebolnya pelayanan kesehatan kita," ujar salah seorang bagian Keluarga Masyumi Sumut ini.


Untuk itu, Ridha berharap masyarakat melakukan protokol kesehatan. Pakai masker dengan benar waktu keluar rumah terutama ketika berbicara ngobrol. Cuci tangan setelah beraktifitas. Bisa dengan hand sanitizer atau air sabun. Jaga jarak. 2 meter distancing.


"Kondisi kita saat ini sangat prihatin. Kalo dokter banyak yang kena artinya viral load nya, paparan virus nya, sudah sangat tinggi. Khawatirnya jebol kemampuan rumah sakitnya.  Ini saatnya untuk saling perduli. Janganlah bersikap ini bukan kerjaan aku, atau yg penting bukan aku yang kena. Kita harus saling peduli, mengingatkan. In syaa Allah, Allah lindungi kita semua," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar