Duo Fahri Hamzah- Fadli Zon Resmi Mendapat Tanda Kehormatan dari Negara - Harian Amanah Medan

Breaking

Rabu, 12 Agustus 2020

Duo Fahri Hamzah- Fadli Zon Resmi Mendapat Tanda Kehormatan dari Negara

Jakarta - Politikus Partai Gelora Fahri Hamzah dan Partai Gerindra, Fadli Zon resmi menerima tanda kehormatan Bintang Mahaputera Nararya dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, hari ini, Kamis (13/8).

Pemberian tanda kehormatan kepada dua mantan Wakil Ketua DPR itu bersamaan dengan pemberian kepada sejumlah tokoh lain. Tanda kehormatan untuk mereka berdua diwakili mantan Wakil Ketua MPR Mahyudin.

"Mahyudin, Wakil Ketua MPR RI 2014-2019, mewakili 6 orang lainnya dianuegari Bintang Mahaputra Nararya,"  kata Sekretaris Militer Presiden, Mayor Jenderal Suharyanto membacakan surat keputusan presiden, di Istana Negara, Jakarta.

Selain Fahri dan Fadli, tokoh lain yang menerima tanda kehormatan antara lain, Mantan Kepala Pelaksana Harian BNN, Komjen Achwilutan mewakili satu orang lainnya menerima Tanda Jasa Medali Kepeloporan, mantan Ketua DPD Oesman Sapta Odang mendapat Bintang Mahaputra Utama, mantan Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali mendapat Bintang Mahaputra Utama.

Kemudian Mantan Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie mendapat Bintang Penegak Demokrasi Utama, Ketua Ombudsman Amzulian Rifai mewakili delapan orang lainnya mendapat Bintang Tanda Utama.

Tanda kehormatan juga diberikan kepada tenaga medis yang meninggal dunia setelah berjuang melawan virus corona. Mereka antara lain almarhum dr. Bartholomeus Bayu Satrio  yang mewakili sembilan orang lainnya dianugerahi tanda kehormatan Bintang Jasa Pratama serta mantan Kepala Departemen Perawat RS Marinir Cilandak almarhum Letkol Laut (Purn) Mulatsih Widji Astuti yang mewakili mewakili 21 orang lainnya mendapat Bintang Jasa Nararya.

Jokowi menyatakan pengharagaan diberikan pada tokoh yang berjasa pada bangsa dan negara, termasuk Fahri dan Fadli. Menurut Jokowi meski keduanya selama ini berlawanan secara politik dengannya, namun bukan berarti bermusuhan.

"Ini namanya negara demokrasi. Saya berkawan baik dengan Pak Fahri Hamzah, berkawan baik dengan Pak Fadli Zon," katanya.

Fahri dan Fadli menerima Bintang Mahaputra Nararya atau bintang penghargaan sipil tertinggi pada orang yang dianggap berjasa karena menjabat wakil ketua DPR 2014-2019.

Pemberian penghargaan ini sempat menuai polemik lantaran duo F itu selama ini cukup keras mengkritik Jokowi. Selain itu, pemberian penghargaan kepada keduanya juga dinilai tak memiliki indikator atau penilaian yang jelas.

Fadli saat ini masih menjadi anggota DPR. Ia merupakan politikus Partai Gerindra yang sudah masuk dalam koalisi pemerintahan Jokowi.

Sementara Fahri sudah tak lagi duduk di parlemen. Ia adalah Wakil Ketua Umum Partai Gelora, partai baru setelah pindah dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Presiden Joko Widodo menyatakan penganugerahan Bintang Mahaputera Nararya kepada politikus Fahri Hamzah dan Fadli Zon telah melalui pertimbangan matang Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Selain itu, dirinya juga tak bermusuhan dengan kedua tokoh kritis itu. Pemberian penghargaan itu sebelumnya sempat menjadi perbincangan lantaran Fahri dan Fadli selama ini dikenal cukup keras mengkritik pemerintahan Jokowi.

"Ya ini penghargaan diberikan kepada beliau-beliau yang memiliki jasa terhadap bangsa dan negara, dan ini lewat pertimbangan-pertimbangan yang matang oleh Dewan Tanda Gelar dan Jasa," ujar Jokowi usai Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (13/8).

Jokowi tak menampik bahwa pemberian penghargaan itu kemudian dipertanyakan publik karena keduanya kerap mengkritik. Namun, menurutnya, kritik itu tak berarti membuat kedua pihak bermusuhan.

"Misal ada pertanyaan mengenai Pak Fahri Hamzah, kemudian Pak Fadli Zon, ya berlawanan dalam politik, kemudian berbeda dalam politik itu bukan berarti kita ini bermusuhan dalam berbangsa dan bernegara. Inilah yang namanya negara demokrasi," katanya.

Mantan Wali Kota Solo itu mengklaim berteman baik dengan Fahri dan Fadli meski kerap mendapat kritik dari keduanya. "Jadi saya berkawan baik dengan Pak Fahri Hamzah, berkawan baik dengan Pak Fadli Zon. Inilah Indonesia. Nanti tanyakan langsung ke Pak Fahri dan Fadli," ucap Jokowi.

Sementara itu Fahri yang datang langsung menghadiri penganugerahan tanda kehormatan mengatakan bahwa sebagai negara demokrasi saat ini yang terpenting adalah mengedepankan demokrasi.
Apalagi saat ini pemerintah tengah menghadapi pandemi Covid-19. "Itu yang tadi beliau sampaikan sebagai negara demokrasi kita harus bisa memelihara persatuan dan kebersamaan, apalagi situasinya sekarang kan lagi covid. Jadi saya kira itulah momennya sekarang untuk mempersatukan bangsa," ucap Fahri.

Bagaimana pun, lanjut Fahri, Jokowi adalah kepala pemerintahan sekaligus kepala negara. "Saya sering bilang bahwa presiden dalam sistem kita adalah kepala pemerintahan tapi juga kepala negara. Pada momen-momen 17-an seperti ini, presiden sebagai kepala negara tentu lebih menonjol, menjaga persatuan kita, menjaga simbol-simbol kita," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Fadli menyebut penghargaan dari Jokowi itu adalah bentuk kehormatan baginya dan Fahri sebagai pimpinan lembaga tinggi negara DPR.
Menurutnya, penghargaan bintang jasa itu juga merupakan penghargaan untuk rakyat. "Tentu penghargaan ini adalah penghargaan kepada rakyat juga karena sama-sama menjaga demokrasi, dari kepala negara, dari presiden. Tadi apa yang disampaikan merupakan tradisi, kita mempunyai tujuan yang sama, sama-sama merawat dan menjaga Indonesia," tutur Fadli.

Politikus Partai Gerindra ini menyampaikan ucapan terima kasih atas pemberian penghargaan tersebut mengingat dirinya dan Fahri selama ini kerap berseberangan dengan pemerintahan Jokowi. "Kami ucapkan terima kasih atas pengakuan terhadap demokrasi kita, dengan berbagai perbedaan itu sebenarnya adalah potensi kita untuk maju dan tetap kuat untuk check and balances," ujarnya.

Sumber: CNN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar