Pesan Bapak Republik yang Terlupakan - Harian Amanah Medan

Breaking

Selasa, 18 Agustus 2020

Pesan Bapak Republik yang Terlupakan


Medan, - Senin 17 Agustus 2020 merupakan hari dimana sudah 75 tahun negara Indonesia  merdeka.

Tentu saja waktu 75 tahun bukan waktu yang singkat,  manis-pahit perjalanan bangsa Indonesia harus bisa menjadi bahan evaluasi guna untuk menjadi Indonesia Maju.

75 tahun Indonesia merdeka coba kita renungkan kembali dua kalimat dari Tan Malaka untuk Indonesia ; Merdeka 100% dan Tuan rumah tidak akan berunding dengan maling yang menjarah rumahnya.

Pasti timbul pertanyaan, Kenapa harus Kalimat Tan Malaka yang kita ambil ?

Beliau adalah yang orang pertama yang mencetuskan konsep tentang “Negara Indonesia” dalam bukunya yang berjudul Naar de Republiek Indonesia.

Dari hal tersebut beliau mendapat gelar " Bapak Republik" Tapi terlupakan.

Nah coba kita renungkan dua kalimat dari Tan Malaka di atas ;
- Pertama Merdeka 100% , tentu Saja kita belum merasakan yang namanya merdeka 100%. Kenapa begitu ? Coba aja kita Lihat di sekeliling lingkungan kita, masih banyak orang yang sulit untuk mengakses pendidikan, kesehatan, apalagi pekerjaan. Tanah-tanah tani di ambil paksa, upah buruh masih tak layak dan dipangkas.

- Kedua Tuan rumah tidak akan berunding dengan maling yang menjarah rumahnya, nah ini biang dari kita Gagal mendapatkan kemerdekaan 100%.

Dari awal kemerdekaan Indonesia perjanjian sangat merugikan bangsa Indonesia salah satunya Perjanjian Renville membuat wilayah Indonesia semakin sedikit. Belanda menguasai wilayah-wilayah penghasil pangan dan sumber daya alam. Selain itu, wilayah Indonesia terkungkung wilayah yang dikuasai Belanda.

Contohnya lagi terkait Freeport, yang seharusnya bisa menjadi 100% miliki kita , kini Indonesia hanya bisa memiliki 51% saham nya.

Masih banyak lagi juga contoh-contoh perundingan yang merugikan bangsa Indonesia.

Ayo momentum 75 tahun Indonesia merdeka ini harus bisa menjadi evaluasi besar untuk kita Indonesia, negara jangan sungkan untuk menerima masukan masukan dari masyarakat. Sebaliknya masyarakat harus tetap kritis guna mengawal Indonesia untuk merdeka seratus persen.

Medan, 17 Agustus 2020
Nugra Ferdino
Penulis merupakan Sekretaris Jenderal
PD KAMMI Medan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar