Sehat Merdeka, Covid-19 Terjajah, Merdeka Indonesiaku! - Harian Amanah Medan

Breaking

Jumat, 14 Agustus 2020

Sehat Merdeka, Covid-19 Terjajah, Merdeka Indonesiaku!

Oleh : Fauziah Ramadhani

Menurut UU Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, sehat merupakan kondisi fisik, mental, spiritual, sosial dan ekonomi dalam keadaan baik-baik saja. Tidak ada halangan yang mengganggu seseorang untuk melakukan produktivitas hariannya. Berdasarkan pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa kesehatan sangat berharga. Tidak semua orang dapat sehat seutuhnya, apalagi dimasa Pandemi saat ini.

Covid 19 yang menghampiri Indonesia sejak bulan Maret lalu membuat definisi sehat merdeka terenggut dari bangsa Indonesia. Angka kesakitan  meningkat khususnya pada korban Covid 19, terhitung hari ini Rabu, 12 Agustus 2020  jumlah konfirmasi Covid 19 di Indonesia mencapai 128.776 orang. Angka kemiskinan meningkat ditandai dengan berkurangnya daya beli masyarakat, dan terakhir masalah kesehatan mental akibat social distancing.

Berkurangnya daya beli masyarakat ataupun terjadinya kemiskinan dalam skala besar selama masa Pandemi Covid 19 di Indonesia terlihat pada sejumlah Tunawisma dadakan yang bermunculan dan terlihat pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa ruas jalan protokol ibukota Jakarta, Kamis, 23 April 2020. Menteri Keuangan Indonesia memprediksi jumlah pengangguran dan angka kemiskinan di Indonesia akan naik. Dalam situasi yang sangat berat saat pandemi Covid-19, jumlah warga miskin akan bertambah 3,78 juta orang dan pengangguran bertambah 5,23 juta orang.

Lalu masalah mental di Indonesia. Menurut World Health Organization (WHO) Gangguan kesehatan mental yang terjadi selama pandemi dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti ketakutan terhadap wabah, rasa terasing selama menjalani karantina, kesedihan dan kesepian karena jauh dari keluarga atau orang yang dikasihi, kecemasan akan kebutuhan hidup sehari-hari, ditambah lagi kebingungan akibat informasi yang simpang siur. Hal-hal tersebut tidak hanya berdampak pada orang yang telah memiliki masalah kesehatan mental, seperti depresi atau gangguan kecemasan umum, namun juga dapat memengaruhi orang yang sehat secara fisik dan mental. Hal ini bisa diatasi dengan physical distancing atau tetap melakukan interaksi kepada sesama namun tidak saling bertemu, dilakukan dengan cara digital seperti Video Call, chatting santai, belanja online, membaca informasi terbaru dan berusaha untuk selalu merasa bahagia dengan cara ibadah, melakukan hobi ataupun menghibur diri.

Jika dikegiatan di rumah masih ada sebuah kebutuhan yang belum terpenuhi seperti kebutuhan makanan dan pokok lainnya yang tidak bisa diatasi di rumah maka bisa dilakukan diluar rumah dengan tetap menjaga protokol pencegahan Covid 19. Lalu biasakan bersedekah, hal ini sangat bermanfaat bagi pribadi maupun orang lain. Bersedekah menjadikan hati tenang dan menjadikan orang-orang yang tidak berkecukupan merasa bahagia karena mendapat bantuan untuk kelangsungan hidup dimasa pandemi.
Menjelang HUT kemerdekaan Indonesia ke 75, seharusnya seluruh rakyat Indonesia mengalami sehat sempurna. Sehat fisik dalam artian terbebas dari Covid 19, sehat mental terbebas dari Gangguan kesehatan mental akibat social distancing dan kekhawatiran tertular Covid 19, sehat ekonomi terbebas dari lilitan hutang dan dari masalah kekurangan lainnya. Selama masa Pandemi saat ini, mari sama-sama kita saling menjaga. Menjaga kesehatan fisik, mental, ekonomi, dan hati.

Bahagiakan hati dengan cara masing-masing dan ingat, semua ini pasti berlalu dan Indonesia mampu mengusir Covid 19. Nikmati hidup meski pandemi memasuki hidup.


Penulis adalah MahasiswaFakultas Kesehatan Masyarakat UINSU Kelompok KKN KS 4)@ Instagram : @fauziah_ramadhani14. Relawan IZI, Admin Forum Zakat Sumatera Utara (FOZ)

2 komentar: