Yatim Mandiri Memberikan Bantuan Sembako dan Masker Ke Masyarakat Terdampak Erupsi Sinabung - Harian Amanah Medan

Breaking

Kamis, 20 Agustus 2020

Yatim Mandiri Memberikan Bantuan Sembako dan Masker Ke Masyarakat Terdampak Erupsi Sinabung

Medan- Tepat di Tahun Baru Islam, Kamis, (20/8/2020) Tim Relawan Kemandirian yang dipimpin langsung Kepala Cabang Yatim Mandiri Sumut, Rizkil Asri melakukan kegiatan bagi-bagi paket sembako dan masker kepada 110 masyarakat yang terdampak erupsi gunung sinabung di Desa Sukatepu Kec. Naman Teran Kab. Karo.

Kedatangan tim relawan disambut oleh petugas BNPB Daerah dan masyarakat. Titik kumpul pembagian di lakukan di Masjid Nurul Iman desa Sukatepu, untuk selanjutnya disalurkan ke rumah-rumah warga.


Dalam sambutannya Kepala Cabang Yatim Mandiri, Rizkil Asri agar masyarakat tetap tenang, sabar dan terus berdoa.

"Bantuan yang diberikan Yatim Mandiri tidak putus sampai disini, Insya allah bantuan pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi juga bisa kita salurkan disini dan yakin masyarakat mampu bangkit kembali," ujar Rizkil.

Desa Sukatepu adalah salah satu desa dari 14 desa yang terdampak erupsi gunung Sinabung. 8 desa di antaranya sudah di evakuasi ke siosar karena sudah tidak bisa di tinggali dalam status peringatan awas. Dan 6 desa lainnya yang masih dalam peringatan status siaga 1 masih berada ditempat salah satunya desa Sukatepu.

Jarak desa sukatepu dari gunung sinabung berjarak 6,2 kilometer.  Namun dari keadaan yang di lihat, desa sukatepu sudah tertutupi abu yang begitu tebal. Tanam-tanaman , sayur-sayuran, semua sudah tertutupi abu sehingga tidak bisa di panen, masyarakat tidak bisa bekerja karena kondisi abu yang tebal, sehingga berdampak pada perekonomi warga.

"Saat ini masyarakat terdampak erupsi sinabung sangat mengharapkan uluran tangan kita untuk kebutuhan sehari-hari," jelasnya.

Bantuan para dermawan bisa disalurkan melalui rekening donasi bencana Yatim Mandiri:

Mandiri Syariah 700 1201 454
a.n Yayasan Yatim Mandiri
Konfirmasi: 0852 7566 9977
www.yatimmandiri.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar